Jumat, 29 April 2016
Selasa, 28 Juli 2015
Ini Bukti Jika Petir Bisa 'Ditangkap'
![]() |
| Proses terjadinya fosil petir. Foto |
Mungkin akan terdengar aneh, jika ternyata ada benda yang ternyata bisa 'menangkap' petir. Petir sendiri merupakan sebuah aliran listrik yang terjadi akibat gesekan yang bisa terjadi antara awan dengan awan, atau awan dengan daratan.
Petir dapat terjadi dalam waktu yang singkat, yang dapat mengeluarkan energi sebesar 5 gigajoule, yang kekuatannya cukup untuk meratakan sebuah. Tetapi, ternyata kini petir bisa 'ditangkap' bahkan meninggalkan jejak berupa fosil petir.
Ketika petir yang kuat menghantam daerah berpasir seperti pantai atau bukit pasir, partikel pasir dapat mencair dan mengering bersama-sama dalam waktu kurang dari satu detik. Pasir meleleh pada sekitar 1800 derajat Celsius, namun suhu dari sambaran pencahayaan bisa mencapai 30.000 derajat, atau lebih dari lima kali suhu di permukaan matahari.
![]() |
| Fosil petir. |
Fulgurites biasanya ditemukan di bawah permukaan pasir, umumnya bercabang dengan diameter bervariasi. Bentuknya mencerminkan jalur petir, yang menghantam ke dalam tanah. Karena itu, fulgurites kadang-kadang disebut "fosil petir".
Fulgurites terlihat seperti akar, bercabang, serta memiliki permukaan kasar, ditutupi dengan butiran pasir yang sebagian meleleh. Tapi permukaan bagian dalam biasanya halus seperti kaca akibat pendinginan yang sangat cepat dan pemadatan pasir. Ukuran dan panjang fulgurite tergantung pada kekuatan sambaran petir dan ketebalan pasir.
Banyak fulgurites yang ditemukan hanya memiliki diameter satu atau dua inci dan panjang bisa mencapai 30 inci, tapi fulgurites dengan panjang 4,8 meter pernah ditemukan. Beberapa fulgurites dapat menembus jauh ke dalam tanah.
Fulgurites juga dapat terbentuk ketika sambaran petir mengenai batu, dan membentuk kerak kaca dan kadang-kadang sebagai urat pada lapisan permukaan batu yang sudah ada sebelumnya.
Fulgurites telah ditemukan sejak awal tahun 1711 dan ditemukan di seluruh dunia, dari puncak gunung ke gurun Sahara, tetapi dianggap langka. Mereka tidak berharga tapi dihargai oleh banyak untuk nilai ilmiah mereka. Dengan mempelajari distribusi fulgurites di daerah tertentu, misalnya, seseorang dapat menyimpulkan terjadinya aktivitas badai di daerah selama periode tertentu, yang pada gilirannya dapat membantu memahami iklim masa lalu.
Fulgurites paling tua ditemukan berumur 250 juta tahun yang ditemukan di Sahara, yang membuktikan jika gurun ini pernah menjadi daerah yang subur, di mana badai hujan pernah melanda daerah ini.
Senin, 27 Juli 2015
Misteri Keraton Majapahit yang Belum Ditemukan
Diyakini ada di dua tempat, Desa Kedaton dan Sentonore
VIVA.co.id - Arkeolog dan Sejarahwan meyakini letak kerajaan Majapahit di daerah Trowulan dan sekitarnya. Sebab, di daerah ini banyak ditemukan artefak, prasasti, dan berbagai konstruksi bangunan, seperti candi-candi, makam, maupun gapura. Pemerintah telah pula menetapkan desa Trowulan sebagai situs cagar budaya kerajaan Majapahit. Meski lokasi pasti bangunan Keraton Majapahit di Trowulan masih belum bisa dipastikan keberadaannya.
Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya 'Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit' menggambarkan keindahan keraton Majapahit. Ia menuliskan, keraton Majapahit menghadap ke arah barat. Di muka benteng terdapat lapangan sangat luas dikelilingi parit berisi air.
Digambarkan pula beberapa bangunan kenegaraan, seperti balai agung tempat pertemuan dan balai manguntur atau pendapa agung tempat para pembantu utama menghadap Sang Prabu. Di tengah balai manguntur dilukiskan ada sebuah rumah kecil dengan takhta tempat duduk raja, balai witana.
Keberadaan keraton Majapahit diduga di Desa Kedaton dan Desa Sentonorejo. Di Desa Kedaton mengingat kata Jawa kedaton juga berarti istana. Sekitar 200 meter ke barat dari kompleks candi Kedaton ditemukan umpak-umpak berukuran besar sebanyak dua puluh buah yang tersusun memanjang sejajar. Selain itu juga pernah ditemukan pasak batu.
“Pasak batu itu diduga tempat tambatan gajah kendaraan Sang Prabu. Menurut cerita lesan warga Trowulan, di daerah tersebut juga dipercayai tempat berkumpulnya para leluhur pada zaman Kerajaan Majapahit. Di lokasi itu sekarang dibangun Pendopo Agung oleh Komando Daerah Militer (Kodam) VIII Brawijaya,” ujar Dimas Cokro Pamungkas, budayawan Trowulan.
Temuan lain yang juga menguatkan adalah adanya situs Candi Kedaton. Candi tersebut terletak di wilayah administrasi Dukuh Kedaton. Ada beberapa bangunan di sana. Bangunan pertama berada di timur laut (depan pintu masuk) yang merupakan bagian kaki sebuah bangunan.
Di depan bangunan tersebut ada pula sebuah sumur kuno yang dikenal dengan Sumur Upas. Tidak ada yang berani membuka tutup sumur tersebut lantaran diduga mengeluarkan gas racun (upas).
Dilihat dari temuan bentuk struktur, diperkirakan candi Kedaton ini merupakan kompleks bangunan atau tempat tinggal. Artefak yang pernah ditemukan di sana antara lain fragmen tembikar atau gerabah, arca terakota, arca dari batu andesit, keramik asing, mata uang kepeng, emas, dan kerangka manusia.
Ada pendapat lain tentang letak keraton Majapahit, yaitu di kawasan Desa Sentonorejo. Nama Sentonorejo diduga perubahan dari kata Santanaraja yang artinya saudara raja.
"Berdasarkan kitab Negarakertagama, foto udara, dan ekskavasi ada yang berpendapat keraton letaknya di kawasan Sentonorejo,” ujar Dimas.
Hal itu diperkuat dengan temuan situs Sentonorejo. Situs tersebut ditemukan pada tahun 1982 setelah diadakan penelitian didapati peninggalan berupa lantai atau berbentuk ubin segi enam sekitar 1,8 meter di bawah permukaan tanah.
Lantai segi enam belum pernah ditemukan dalam penggalian sebelumnya, biasanya hanya kerakal dan batu bata segi empat. Susunan lantai kuno ini merupakan situs pemukiman, rumah pada masa Majapahit. Diduga lokasi itu adalah ruang dalam keraton.
VIVA.co.id - Arkeolog dan Sejarahwan meyakini letak kerajaan Majapahit di daerah Trowulan dan sekitarnya. Sebab, di daerah ini banyak ditemukan artefak, prasasti, dan berbagai konstruksi bangunan, seperti candi-candi, makam, maupun gapura. Pemerintah telah pula menetapkan desa Trowulan sebagai situs cagar budaya kerajaan Majapahit. Meski lokasi pasti bangunan Keraton Majapahit di Trowulan masih belum bisa dipastikan keberadaannya.
Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya 'Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit' menggambarkan keindahan keraton Majapahit. Ia menuliskan, keraton Majapahit menghadap ke arah barat. Di muka benteng terdapat lapangan sangat luas dikelilingi parit berisi air.
Digambarkan pula beberapa bangunan kenegaraan, seperti balai agung tempat pertemuan dan balai manguntur atau pendapa agung tempat para pembantu utama menghadap Sang Prabu. Di tengah balai manguntur dilukiskan ada sebuah rumah kecil dengan takhta tempat duduk raja, balai witana.
Keberadaan keraton Majapahit diduga di Desa Kedaton dan Desa Sentonorejo. Di Desa Kedaton mengingat kata Jawa kedaton juga berarti istana. Sekitar 200 meter ke barat dari kompleks candi Kedaton ditemukan umpak-umpak berukuran besar sebanyak dua puluh buah yang tersusun memanjang sejajar. Selain itu juga pernah ditemukan pasak batu.
“Pasak batu itu diduga tempat tambatan gajah kendaraan Sang Prabu. Menurut cerita lesan warga Trowulan, di daerah tersebut juga dipercayai tempat berkumpulnya para leluhur pada zaman Kerajaan Majapahit. Di lokasi itu sekarang dibangun Pendopo Agung oleh Komando Daerah Militer (Kodam) VIII Brawijaya,” ujar Dimas Cokro Pamungkas, budayawan Trowulan.
Temuan lain yang juga menguatkan adalah adanya situs Candi Kedaton. Candi tersebut terletak di wilayah administrasi Dukuh Kedaton. Ada beberapa bangunan di sana. Bangunan pertama berada di timur laut (depan pintu masuk) yang merupakan bagian kaki sebuah bangunan.
Di depan bangunan tersebut ada pula sebuah sumur kuno yang dikenal dengan Sumur Upas. Tidak ada yang berani membuka tutup sumur tersebut lantaran diduga mengeluarkan gas racun (upas).
Dilihat dari temuan bentuk struktur, diperkirakan candi Kedaton ini merupakan kompleks bangunan atau tempat tinggal. Artefak yang pernah ditemukan di sana antara lain fragmen tembikar atau gerabah, arca terakota, arca dari batu andesit, keramik asing, mata uang kepeng, emas, dan kerangka manusia.
Ada pendapat lain tentang letak keraton Majapahit, yaitu di kawasan Desa Sentonorejo. Nama Sentonorejo diduga perubahan dari kata Santanaraja yang artinya saudara raja.
"Berdasarkan kitab Negarakertagama, foto udara, dan ekskavasi ada yang berpendapat keraton letaknya di kawasan Sentonorejo,” ujar Dimas.
Hal itu diperkuat dengan temuan situs Sentonorejo. Situs tersebut ditemukan pada tahun 1982 setelah diadakan penelitian didapati peninggalan berupa lantai atau berbentuk ubin segi enam sekitar 1,8 meter di bawah permukaan tanah.
Lantai segi enam belum pernah ditemukan dalam penggalian sebelumnya, biasanya hanya kerakal dan batu bata segi empat. Susunan lantai kuno ini merupakan situs pemukiman, rumah pada masa Majapahit. Diduga lokasi itu adalah ruang dalam keraton.
Minggu, 26 Juli 2015
Laporan Singkat Tim Tanggap Darurat Gempabumi Madiun - 25 Juni 2015
LAPORAN SINGKAT TIM TANGGAP DARURAT
GEMPABUMI MADIUN - 25 JUNI 2015
Bersama ini, kami sampaikan laporan
singkat kejadian gempabumi di Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur,
berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh Tim Tanggap
Darurat (TTD) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),
Badan Geologi, sebagai berikut:
1. Berdasarkan informasi dari situs web Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG; www.bmkg.go.id), gempabumi utama yang terjadi pada tanggal 25 Juni 2015 pukul 10:35 WIB, berpusat di koordinat 7,73°LS dan 111,69°BT atau berjarak 12 km sebelah tenggara Kota Madiun (Gambar 1), dengan magnitudo 4,2 SR pada kedalaman 10 km. Kemudian pusat gempabumi direlokasi oleh BMKG, menjadi di koordinat 7,6443°LS dan 111,667°BT atau 21 km timur laut Kota Madiun (Gambar 1) pada kedalaman 1 km. Gempa tersebut mempunyai mekanisme dominan sesar geser dan sedikit komponen sesar turun dengan strike = 245,8°, dip = 74,3° dan slip = -2.2° (Gambar 1).
2. PVMBG mengirimkan tim tanggap darurat gempabumi ke lokasi gempabumi dengan maksud untuk melakukan pemeriksaan dampak dan penanggulangan bencana gempabumi. Tujuan kegiatan tanggap darurat adalah untuk memberikan rekomendasi teknis mitigasi bencana gempabumi. Di lokasi gempabumi kabupaten Madiun, tim tanggap darurat PVMBG melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
a. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Madiun, BMKG dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur;
b. Pemetaan dampak gempabumi dengan
melakukan wawancara kepada masyarakat dan pemeriksaan kerusakan,
khususnya memetakan retakan tanah akibat gempabumi;
c. Pengambilan foto udara dengan
menggunakan mini drone untuk keperluan photogrametry yang bertujuan
untuk pembuatan orthophoto dan Digital Surface Model (DSM) di lokasi
kerusakan;
d. Pemantauan deformasi menggunakan GPS geodetik yang dipasang di 2 titik (Gambar 1B);
e. Sosialisasi langsung kepada masyarakat.
3. Secara umum goncangan gempabumi dirasakan dengan intensitas maksimum sebesar skala MMI VI di lereng barat daya dan selatan G. Pandan yang dicirikan dengan terjadinya retakan tanah akibat gempabumi ini. Goncangan gempabumi juga dirasakan di Caruban dan Nganjuk dengan intensitas II MMI. Gempabumi ini tidak mengakibatkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah dan retakan-retakan tanah yang terlokalisir di Dusun Pohulung, Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Di Dusun Pohulung, 30 rumah mengalami rusak sedang dan 27 rumah rusak ringan akibat gempabumi 25 Juni 2015.
Berdasarkan informasi dari warga
Dusun Pohulung, dalam 1 (satu) bulan sebelum gempabumi utama setidaknya
telah terjadi 8 gempabumi (foreshock) dengan magnitudo dan intensitas
guncangan yang lebih kecil. Paska gempabumi utama, terjadi pula
gempabumi-gempabumi susulan dengan magnitudo dan intensitas yang lebih
kecil dibanding gempabumi utama. Gempabumi susulan merupakan fenomena
normal setelah gempabumi utama sebagai cerminan dari upaya bumi menuju
kesetimbangannya. Sejarah kegempaan di daerah ini masih belum dapat
disimpulkan, namun berdasarkan informasi warga Desa Klangon, di daerah
ini pernah terjadi gempa serupa sekitar 50 – 60 tahun yang lalu.
4. Dusun Pohulung terletak di kaki barat daya G. Pandan dan disusun oleh batuan breksi gunungapi dan batuan Formasi Kabuh berumur Plistosen / awal Kuarter (Gambar 2). Batuan-batuan tersebut telah mengalami pelapukan, bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan bersifat memperkuat efek goncangan, sehingga rawan terhadap goncangan gempabumi. Berdasarkan peta geologi (Gambar 2) di sebelah timur laut G. Pandan terdapat patahan aktif dengan orientasi barat daya – timur laut dan mekanisme patahan mengiri (sinistral).
Peta sebaran retakan tanah di Dusun
pohulung yang ditumpang tindih dengan ortophoto dan DSM hasil foto udara
ditampilkan di Gambar 3. Retakan tanah yang terjadi akibat gempabumi
pada umumnya berorientasi antara N30°E-N50°E (barat daya-timur laut).
Retakan lebih banyak ditemui diwilayah utara Dusun Pohulung dan semakin
ke selatan retakan semakin jarang ditemui.
5. Kejadian gempabumi ini juga mengakibatkan kepanikan dan keresahan warga di Dusun Pohulung dimana sebagian masyarakat sempat ketakutan untuk bermalam di dalam rumah. Hal tersebut dikarenakan beredarnya isu-isu dan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai kejadian gempabumi ini. Isu-isu yang tidak benar dan meresahkan masyarakat diantaranya mengenai kabar bahwa gempabumi yang terjadi terkait dengan aktivitas vulkanik G. Pandan dan aktivitas penambangan minyak di Bojonegoro. Guna meredam kepanikan warga dan membantah kabar-kabar yang tidak benar, di Dusun Pohulung telah diadakan sosialisasi pada tanggal 28 Juni 2015 yang difasilitasi oleh BPBD Kabupaten Madiun dengan narasumber dari BMKG dan tim tanggap darurat PVMBG. Setelah sosialisasi warga lebih mengerti mengenai kejadian gempabumi dan tidak resah lagi.
6. Berdasarkan data kerusakan di lapangan dan fokal mekanisme-nya, dapat disimpulkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh aktivitas tektonik pada patahan yang berlokasi di sekitar G. Pandan dengan orientasi barat daya-timur laut dan mekanisme patahan geser mengiri (sinistral). Gempabumi ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik G. Pandan, karena G. Pandan berdasarkan data dasar gunung api PVMBG tidak dikategorikan sebagai gunungapi aktif. Gempabumi ini juga tidak terkait dengan aktivitas tambang minyak di Bojonegoro karena lokasi nya yang cukup jauh.
7. Rekomendasi:
• Masyarakat dihimbau untuk tetap
tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan
BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab
mengenai gempabumi.
• Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
• Wilayah yang pernah dilanda
gempabumi kemungkinan besar akan dilanda gempabumi lagi pada masa yang
akan datang, namun waktu kejadian dan kekuatan gempa tidak dapat
dipastikan. Untuk itu, warga di Desa Klangon diharapkan membangun rumah
atau bangunan dengan mengikuti kaidah tahan gempabumi.
Minggu, 12 Juli 2015
INILAH SISTEMATIKA PTK YANG BENAR MENURUT LPMP
INILAH SISTEMATIKA PTK YANG BENAR MENURUT LPMP
Sistematika Penulisan PTK-Penelitian Tindakan Kelas
HAKIKAT PTK
Penelitian
tindakan kelas atau yang lebih dikenal dengan sebutan PTK merupakan studi
sistematis yang dilakukan oleh guru dalam upaya memperbaiki
praktik praktik dalam pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta
refleksi dari tindakan tersebut. PTK tersebut dilakukan oleh guru
yang bertujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya sehingga
berfokus pada proses dan hasil belajar yang terjadi di kelas. Sebagai
upaya perbaikan terhadap proses pembelajaran di kelas, dalam PTK terdapat
tindakan nyata guru dalam proses pembelajaran yang diyakini lebih baik dari
biasa dilakukan. Guru yang profesional akan segera melakukan sesuatu tindakan
bila di kelasnya terjadi persoalan atau permasalahan yang mengurangi mutu
proses dan hasil pembelajaran.
RAMBU-RAMBU
SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Judul; singkat,
spesifik, menggambaran masalah, tindakan, hasil, dan lokasi
B. Kata
Pengantar; berisi proses pelaksanaan PTK dan perlunya dilakukan PTK
C. Daftar isi
D. Abstak;
berisi uraian umum dan lengkap yang disajikan secara singkat (lebih
kurang 1-2 halaman, ditulis dengan spasi
tunggal,
E. Bab I
Pendahuluan
- Latar belakang; berisi tentang kondisi nyata berbagai hal yang terjadi di sekolah, bersifat penting dan mendesak untuk dipecahkan, upaya dan alasan pemecahan maslah, alasa mengapa maslah tersebut penting untuk dipecahkan.
- Rumusan maslah; kalimat tanya yang berisi tentang: indikator masalah yang akan dipecahkan, tindakan yang akan dilakukan, dan subyek yang akan dikenai tindakan.
- Tujuan: berisi tujuan umum, tujuan khusus atau cukup tujuan berisi tentang tujuan yang dapat diukur ketercapaiannya.
- Hipotesis: berisi dugaan sementara tentang hasil yang akan dicapai jika masalah tersebut digarap.
- Manfaat: berupa manfaat bagi siswa, guru, sekolah, atau komponen yang terkait. lebih baik kemukakan hal yang berupa inovasi.
F. Bab II Kajian
Teori
Berisi
tentang teori yang mendasari penelitian, yakni berkaitan dengan kondisi
pembelajaran.
Masalah yang akan dipecahkan, strategi yang akan digunakan, dan prestasi
belajar siswa yang diidealkan. Kajian teori tersebut paling tidak dapat
mengungkapkan tentang: What (apa) berupa definisi atau
pengertian, Who(siapa) berupa siapa penemu atau pendapat
siapa, Why (mengapa) mengapa teori itu ada, How (bagaimana)
teori itu digunakan atau hasil penelitian terdahulu (yang dilakukan orang
lain).
G. Bab III Metode
Penelitian
- Rancangan penelitian; berisi jenis penelitian, rancangan yang digunakan, siklus yang direncanakan, cara pengumpulan dan analisis data.
- Lokasi dan waktu penelitian; berisi tentang lokasi sekolah, kelas berapa, jumlah siswa, komposisi siswa, situasi lingkungan siswa, berapa lama penelitian dilakukan (sebutka antara waktu)
- Indikator keberhasilan; berisi berupa indikator keberhasilan yang menjadi acuankeberhasilan dalam setiap tindakan, berupa gradasi seperti (80-100: sangat berhasil, 60-79: berhasil, 40-59: cukup berhasil, 20-39: kurang berhasil, 0-19 : tidak berhasil, Kalu kemampuan kognitif yang diukur angka Kriteria Ketuntasan Minimal bisa dijadikan sebagai acuan.
- Prosedur penelitian (siklus tindakan); berisi tindakan tiap siklusnya, yang dalam setiap siklus berupa: kegiatan perencanaan, kegiatan pengamatan serta kegiatan refleksi, refleksi pada siklus pertama bisa dijadikan acuan untuk perencanaan tindakan pada siklus kedua dan seterusnya.
- Instrumen yang digunakan; berisi paparan tentang alat pengumpulan data yang digunakan dan alasan penggunaannya, yang meliputi pedoman observasi, alat perekam, dll.
- Teknik pengumpulan data; berisi paparan tentang langkah-langkah dalam elaksanaan pengamatan, wawancara, pemberian evaluasi, dll.
- Teknik analisis data; berisi paparan tentang proses pengolahan data, yang meliputi reduksi data, pembuatan tabel, pembuatan diagram, dll.
H. Bab IV Hasil Penelitian
dan Pembahasan
Berisi
hasil pengamatan dan observer, analisis data dan refleksi dari kegiatan dalam setiap
siklus. Hasil refleksi merupakan rencana tindakan dalam tiap siklusnya.
Hasil pengamatan berupa tindakan guru dan kegiatan siswa.
I. Bab V
Simpulan dan Saran
Berisi
simpulan dari penelitian dan saran tindakan perbaikan atas hasil penelitian
(bisa berupa rekomendasi)
Sumber :
Buku Karya Tulis Ilmiah (KTI) Panduan, Teori, Perlatihan dan Contoh
Prof.
Dr. H. Imam Suyitno, M.Pd Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri
Malang 234 halaman
Penerbit
Aditama Tahun 2011
SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL
DAN LAPORAN PTK
1. Penulisan
Proposal PTK
Sistematika
proposal penelitian tindakan kelas dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu
bagian awal, bagian inti. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut.
Laporan hasil PTK terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
(1)
Bagian awal,
(2)
Bagian inti, dan
(3)
Bagian akhir
A. Bagian
Awal memuat:
Halaman
Sampul; Lembar Logo; Halaman Judul; Lembar Persetujuan terdiri dari: (a) Lembar
persetujuan pembimbing, (b) Lembar persetujuan dan pengesahan; Kata Pengantar;
Daftar Isi; Daftar Tabel; Daftar Gambar/Bagan; dan Daftar Lampiran.
B. Bagian
Inti memuat:
BAB
I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Penelitian.
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian.
- Hipotesis Penelitian (jika ada)
- Kegunaan Hasil Penelitian
- Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
- Definisi Operasional
BAB
II KAJIAN PUSTAKA
BAB
III METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Kehadiran dan Peran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Subjek Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Pengumpulan Data
- Analisis Data, Evaluasi dan Refleksi
- Tahap-Tahap Penelitian
2.
Penulisan Laporan Hasil PTK
Sistematika
penulisan laporan hasil penelitian tindakan kelas dapat dibagi menjadi tiga
bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.
Pada bagian inti, penulisan laporan hasil PTK dilakukan dengan menambah bagian
Bab IV, Bab V dan Bab VI saja seperti dibawah ini.
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
- Pengamatan Pendahuluan
- Paparan Data
- Analisis Data
- Temuan Penelitian
- Evaluasi
- Refleksi
- Tindak Lanjut
BAB V PEMBAHASAN
BAB VI PENUTUP
- Kesimpulan
- Saran-Saran
C. Bagian
Akhir memuat:
Bagian
akhir laporan PTK berisi:
DAFTAR
RUJUKAN;
PERNYATAAN
KEASLIAN TULISAN;
LAMPIRAN-LAMPIRAN;
RIWAYAT
HIDUP PENULIS
Kamis, 02 Juli 2015
Ilmuwan Temukan Cara untuk Bangkitkan Orang Mati
Penemuan ini tergolong gila dan inovatif.
Ilustrasi bangkit dari kematian. (http://cutpen.com)
Orang yang sudah mati tidak akan bisa hidup lagi. Tapi, ada ilmuwan
yang menemukan cara untuk membangkitkan orang mati dan menjadikan
gagasan ini heboh.
Tentu banyak orang ingin tahu tentang cara yang digunakan untuk membuat orang yang sudah meninggal kembali sadar seperti biasa. Tentu hal ini menuai kontroversi, ada yang percaya, ada yang mungkin berpikir ini tidak masuk akal, tapi ada juga yang tidak peduli.
Namun, ada baiknya untuk mengetahui lebih banyak soal gagasan yang termasuk gila dan inovatif ini. Dalam sebuah pertemuan yang diberi tema New York Academy of Science di mana dihadiri oleh Lance Becker dari University of Pennsylvania, Stephan Meyer dari Columbia University, serta Dr. Sam Parnia dari State University of New York, gagasan tentang menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal ini dipresentasikan.
Baca selengkapnya...
Tentu banyak orang ingin tahu tentang cara yang digunakan untuk membuat orang yang sudah meninggal kembali sadar seperti biasa. Tentu hal ini menuai kontroversi, ada yang percaya, ada yang mungkin berpikir ini tidak masuk akal, tapi ada juga yang tidak peduli.
Namun, ada baiknya untuk mengetahui lebih banyak soal gagasan yang termasuk gila dan inovatif ini. Dalam sebuah pertemuan yang diberi tema New York Academy of Science di mana dihadiri oleh Lance Becker dari University of Pennsylvania, Stephan Meyer dari Columbia University, serta Dr. Sam Parnia dari State University of New York, gagasan tentang menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal ini dipresentasikan.
Baca selengkapnya...
VIVA.co.idrang
yang sudah mati tidak akan bisa hidup lagi. Tapi, ada ilmuwan yang
menemukan cara untuk membangkitkan orang mati dan menjadikan gagasan ini
heboh.Tentu banyak orang ingin tahu tentang cara yang digunakan untuk
membuat orang yang sudah meninggal kembali sadar seperti biasa. Tentu
hal ini menuai kontroversi, ada yang percaya, ada yang mungkin berpikir
ini tidak masuk akal, tapi ada juga yang tidak peduli.Kamis, 2 Juli 2015 | 21:31 WIB
GAWAT,,, 800 RIBU GURU TERANCAM TAK NAIK PANGKAT Posted at July 2nd, 2015 | Categorised in BERITA NASIONAL
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh
Selamat Beraktifitas
Pemasalahan publikasi ilmiah yang wajib dilakukan oleh guru untuk
memenuhi syarat kenaikan pangkat/golongan masih menjadi perdebatan,
sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa antara Serikat Guru
Indonesia (SGI) dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memiliki
pandangan yang berbeda.
SGI setuju dengan kebijakan Pemerintah, bahwa untuk bisa naik
pangkat/golongan guru memang harus melakukan penelitian dan
mempublikasikan hasil karya ilmiahnya namun PGRI menyatakan bahwa
Kebijakan yang dibuat Pemerintah tersebut hanya akan menyengsarakan guru
dan akan berdampak terhadap masa depan guru.
Kebijakan baru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mewajibkab guru
meneliti dan menulis karya ilmiah sebagai bagian kenaikan pangkat atau
golongan karir guru, diprotes Ketua Umum Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI), Sulistiyo.
“Saya merasa prihatin. Pasti akan semakin banyak guru stress. Jadi,
kebijakan itu harus dikoreksi, diluruskan, dan diperbaiki,” ucap
Sulistyo di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, jika kebijakan itu benar diberlakukan, maka lebih
dari 800 ribu orang guru dan pengawas tidak dapat naik pangkat karena
kewajiban itu. PGRI sangat mendukung upaya peningkatan profesionalitas
guru.
Menurutnya, menjadikan penelitian dan menulis karya ilmiah sebagai
bahan untuk naik pangkat dan sebagai pemberian tunjangan profesi guru
sangat tidak relevan.
“Sungguh kebijakan yang keliru, menyengsarakan guru, dan dapat
berdampak pada gagalnya pelaksanaan tugas utama guru,” ujar dia. Selain
itu, Sulistyo menuturkan, guru adalah pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Hal itu diperjelas dalam Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen Nomer 14
Tahun 2015 dalam pasal 1 ayat (1). Jadi, guru berbeda dengan dosen.
Meskipun sama-sama termasuk tenaga pendidik.
“Peran sebagai seorang guru bukan peneliti dan bukan juga ilmuwan.
Kalau pun guru harus juga melakukan penelitian dan penulisan karya
ilmiah, maka kegiatan itu tidak boleh menjadi kewajiban yang menghambat
nasib guru jika dia sudah melaksanakan tugas pokoknya dengan baik,”
paparnya.
Kegiatan publikasi ilmiah baik meneliti dan menulis karya ilmiah
beserta varian lainnya, seharusnya hanya dijadikan sebagai pendukung
untuk meningkatkan mutu profesionalitasnya.
Berbeda dengan dosen yang merupakan pendidik profesional dan ilmuwan
dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui
pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Hal itu sesuai dengan UU Guru dan Dosen No 14 / 2005 dalam Pasal 1
Ayat (2). “Nah, itu jelas. Bahwa dosen adalah ilmuwan yang harus
meneliti. Kalau dia tidak meneliti tidak boleh naik pangkat,” jelasnya.
Sebab seorang dosen disiapkan untuk bisa meneliti dan menulis karya
ilmiah, yang dibiayai. Ketika naik pangkat pun memperoleh kenaikan
tunjangan fungsional yang cukup besar. Sementara guru tidak ada.
Sebelumnya, Perwakilan Pusat Pengembangan Program Profesi Pendidik
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Pusbangprodik Ditjen
GTK Kemendikbud, Hari Amirullah menyatakan, penulisan karya ilmiah
merupakan syarat wajib bagi guru dalam jabatan profesi. Hal tersebut
sesuai dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (PerMenPAN-RB) No. 16 / 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
“Penulisan karya ilmiah merupakan syarat wajib dari unsur dan sub
unsur kegiatan guru yang dinilai angka kreditnya. Dimana dalam penulisan
karya ilmiah bagian dari kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan profesi guru pada jenis publikasi ilmiah,” tegas dia.
(Sumber : www.jpnn.com)
Demikian berita seputar masalah guru yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Sukses buat guru-guru Indonesia
Kamis, 25 Juni 2015
Ancaman Kiamat, Dihantam Asteroid: Diam-diam NASA Beraksi?
TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin masih segar dalam ingatan kita saat ilmuwan Profesor Brian Cox pernah mengatakan bahwa kita tengah menghadapi risiko berhadapan dengan asteroid, tapi kita tidak menganggapnya secara serius.
“Ada asteroid dengan nama kita terpancang di sana yang akan menghantam kita,” kata Cox, 46 tahun, kepada MailOnline.
Kenyataannya, bumi yang nyaris kiamat itu hampir terjadi beberapa bulan lalu. “Kita tidak melihatnya,” ujar Cox. “Kita melihat jalan keluarnya, tapi jika kita meleset sedikit saja, asteroid itu akan melenyapkan kita. Hal-hal seperti ini bisa saja terjadi.”
Senin, 22 Juni 2015
45 Tahun Wafatnya Putra Sang Fajar
6 JUNI 1901, Putra Sang Fajar, Ir. Soekarno menyapa dunia dan hari ini pada 45 tahun yang silam, 21 Juni 1970,
salah satu tokoh proklamator, pemimpin besar revolusi mengembuskan
nafas terakhirnya dengan keadaan tragis di RSPAD Gatot Soebroto,
Jakarta.Detik-detik meninggalnya Presiden pertama RI itu sungguh mengenaskan. Kondisi Soekarno yang sebelumnya pada 16 Juni 1970 mengalami koma, mengharuskannya dibawa dari Wisma Yaso (kini Museum Satria Mandala) ke RSPAD.
Soekarno dirawat di sebuah ruang sederhana dengan hanya ditemani salah satu putrinya,, serta dikawal ketat tentara. Dua hari kemudian, putri sulungnya, Megawati Soekarnoputri, diizinkan tentara membesuk sang ayah.
Sementara, Mohammad Hatta, sahabat seperjuangan Soekarno baru bisa menjenguknya pada 20 Juni di tahun yang sama. Pertemuan nan emosional itu pada akhirnya jadi “reuni” terakhir duet Dwi-Tunggal yang membawa Indonesia ke gerbang kemerdekaan.
Seperti dikutip dari buku ‘Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan’, dengan segenap sisa kekuatan yang ada, Soekarno berusaha menyapa kedatangan Hatta. “Hatta, kau di sini?,” papar Soekarno lirih.
Sekuat tenaga pula Hatta menahan ledakan tangisnya melihat kondisi Soekarno yang mengenaskan terbaring tak berdaya. “Ya, bagaimana keadaanmu, No?,” jawab Hatta.
“Hoe at het met jou…?,” tanya Soekarno lagi dalam bahasa Belanda yang artinya, ‘Bagaimana keadaanmu’. Bukannya membalas, Hatta justru akhirnya tak bisa membendung air mata.
Keduanya berpegangan tangan ibarat tak ingin dipisahkan maut. Soekarno dan Hatta pun tak kuasa saling menangis. Akhirnya keesokan harinya, 21 Juni 1970, Soekarno mengalah pada takdir dengan penyakit komplikasinya. Malaikat maut menjemput nyawanya.
Sempat Soekarno berwasiat soal keinginannya dimakamkan di Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat. Sayangnya keinginan Soekarno itu ditolak Presiden Soeharto. Terlepas dari perlakuannya terhadap Soekarno sejak “diasingkan” di Bogor hingga Wisma Yaso, Soeharto tetap ‘mikul duwur mendhem jero’ – menghormati yang tua.
Soekarno pun diputuskan Soeharto akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan. Tapi keputusan soal di mana Soekarno akan dikebumikan masih jadi tanda tanya besar. Keluarga besarnya bersilang-pendapat hingga akhirnya diputuskan Soeharto, untuk dimakamkan dekat kuburan sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai di Blitar, Jawa Timur.
“Andai kata kita serahkan kepada keluarga besar yang ditinggalkannya, maka bakal repot. Saya memutuskan dengan satu pegangan bahwa Bung Karno sewaktu hidupnya sangat mencintai ibunya,” ucap Soeharto dalam buku ‘Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya’.
“Beliau sangat menghormatinya. Kalau beliau bepergian ke tempat jauh, beliau sungkem dahulu, minta restu pada ibunya,” tandas Soeharto.
Jumat, 19 Juni 2015
INI DIA CARA CETAK ULANG TANDA BUKTI PENDAFTARAN Pendataan Ulang PNS SECARA ELEKTRONIK BKN 2015
selamat malam bapak dan ibu guru,,salam edukasi dan salam sejahtera untuk kita semua…
PUPNS (Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri
Sipil) Tahun 2015 diadakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam
mengembangkan sistem manajemen kepegawaian.
Dalam proses pendaftaran / registrasi di
PUPNS BKN Tahun 2015, adakalanya bagi sebagian Rekan PNS mengalami
permasalahan di antaranya belum sempat tercetak Tanda Bukti Pendaftaran
ternyata komputer down, salah klik, print out ataupun file hilang, padahal setelah dicek pada laman bahwasannya “NIP ini sudah terdaftar” seperti gambar berikut :

Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan
nomor registrasi PUPNS BKN 2015 ataupun mencetak ulang tanda bukti
pendaftaran, silahkan ikuti langkah-langkah berikut :
- Kunjungi links https://pupns.bkn.go.id/login

- Pada laman ini silahkan klik pada “Lupa No. Registrasi?”
- Setelah itu masukkan NIP Anda dengan benar dan lengkap, lalu klik “OK”.

- Kemudian isikan jawaban pertanyaan pengaman yang muncul sama persis dengan jawaban yang Anda input saat proses registrasi / pendaftaran sebelumnya.

- Setelah nomor registrasi muncul, silahkan klik “Cetak”, maka Tanda Bukti Pendaftaran PUPNS 2015 Anda pun dapat dicetak kembali.

- Selesai, maka Tanda Bukti Pendataran berikut kode registasi dapat Anda dapatkan kembali.

Demikian cara / solusi untuk mengatasi lupa atau hilangnya nomor pendaftaran PUPNS 2015. semoga bermanfaat bagi kita semua.
SUMBER : www.dadangjsn.blogspot.com
CARA CETAK ULANG TANDA BUKTI PENDAFTARAN Pendataan Ulang PNS SECARA ELEKTRONIK BKN 2015
selamat malam bapak dan ibu guru,,salam edukasi dan salam sejahtera untuk kita semua…
PUPNS (Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri
Sipil) Tahun 2015 diadakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam
mengembangkan sistem manajemen kepegawaian.
Dalam proses pendaftaran / registrasi di
PUPNS BKN Tahun 2015, adakalanya bagi sebagian Rekan PNS mengalami
permasalahan di antaranya belum sempat tercetak Tanda Bukti Pendaftaran
ternyata komputer down, salah klik, print out ataupun file hilang, padahal setelah dicek pada laman bahwasannya “NIP ini sudah terdaftar” seperti gambar berikut :

Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan
nomor registrasi PUPNS BKN 2015 ataupun mencetak ulang tanda bukti
pendaftaran, silahkan ikuti langkah-langkah berikut :
- Kunjungi links https://pupns.bkn.go.id/login

- Pada laman ini silahkan klik pada “Lupa No. Registrasi?”
- Setelah itu masukkan NIP Anda dengan benar dan lengkap, lalu klik “OK”.

- Kemudian isikan jawaban pertanyaan pengaman yang muncul sama persis dengan jawaban yang Anda input saat proses registrasi / pendaftaran sebelumnya.

- Setelah nomor registrasi muncul, silahkan klik “Cetak”, maka Tanda Bukti Pendaftaran PUPNS 2015 Anda pun dapat dicetak kembali.

- Selesai, maka Tanda Bukti Pendataran berikut kode registasi dapat Anda dapatkan kembali.

Demikian cara / solusi untuk mengatasi lupa atau hilangnya nomor pendaftaran PUPNS 2015. semoga bermanfaat bagi kita semua.
Rabu, 17 Juni 2015
Tahun 2100, Suhu Harian Indonesia Bisa Capai 40 Derajat Celsius
Tahun 2100, Suhu Harian Indonesia Bisa Capai 40 Derajat Celsius
Prediksi tersebut berdasarkan pada analisis dataset Earth Exchange Global Daily Downscaled Projections (NEX-GDDP) milik NASA. Data memuat suhu dari tahun 1950 serta skenario emisi gas karbon dioksida hingga beberapa dekade ke depan.
Data yang digunakan NASA tersebut masih kasar dan memiliki keterbatasan. Namun, prediksi berdasarkan data yang dikumpulkan lewat riset big data NASA Advanced Supercomputing Centre di Ames Research Center, California, itu setidaknya bisa memberi gambaran suhu masa depan.
Bila dengan skenario emisi rendah, suhu harian di Indonesia pada tahun 2100 bakal berkisar antara 30 - 35 derajat celsius. Sementara, bila dengan skenario emisi tinggi, suhu Indonesia bakal berkisar antara 35 - 40 derajat celsius.
Juli hingga Oktober akan menjadi bulan terpanas dalam setahun seiring dengan musim kemarau yang terjadi pada bulan itu. Dalam waktu dan lokasi tertentu, suhu bisa lebih dari 40 derajat celsius.
Ellen Stofan, pimpinan ilmuwan NASA, seperti dikutip Daily Mail, Minggu (15/6/2015), mengungkapkan, "Dengan dataset global ini, semua punya perangkat berharga untuk membuat perencanaan seiring memanasnya planet kita."
Bukan hanya Indonesia yang akan mengalami suhu lebih panas. Wilayah Afrika Utara, India, dan ekuatorial Amerika Selatan akan mengalami suhu harian lebih dari 45 derajat celsius saat musim panas. Gambaran umum suhu Bumi tahun 2100, menurut NASA, dapat dilihat pada tautan ini.
Prediksi ini juga memberi pesan pentingnya langkah mengurangi emisi gas rumah kaca agar suhu Bumi tak terus meningkat. Lembaga lokal di Indonesia, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mungkin juga bisa melihat datanya dan membandingkan dengan hasil NASA.
Selasa, 16 Juni 2015
kenaikat pangkat bagi kota tangerang banten
URUS KENAIKAN PANGKAT DAN PENSIUN, PNS DIBANTU SISTEM DIGITAL
Posted at June 15th, 2015 | Categorised in BERITA NASIONAL
Selamat pagi dan selamat beraktifitas
Pada kesempatan pagi yang berbahagia ini situs pendidikanguru.com kembali menyapa rekan-rekan pengunjung dengan melalui berita dan informasi terkini tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tanah air.
Adapun topik pembahasanya terkait dengan masalah pengurusan kenaikan pangkat dan pensiun bagi PNS. Ingin tahu bagaimana informasi selengkapnya…? mari kita simak berita berikut ini dengan seksama.
Para pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan pemerintah Kota Tangerang diberi kemudahan untuk mengurus administrasi menggunakan sistem digital dan online. Kemudahan itu diperuntukkan khusus dalam hal pengurusan kenaikan pangkat dan masa pensiun.
Sebelumnya, para PNS diharuskan membawa semua berkas miliknya untuk
mengurus kenaikan pangkat dan pensiun. Sistem ini juga menyimpan semua
berkas yang pernah diserahkan sebelumnya. Sehingga, dengan sistem
digital dan online, PNS hanya perlu membawa berkas tambahan sebagai
bagian dari persyaratan.
“Jadi, kalau ada kenaikan pangkat dan pensiunan, para pegawai
bersangkutan tidak perlu menyerahkan berkas dokumen kembali, cukup
melengkapi apa yang kurang saja,” kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang
Dadi Budaeri, Senin (15/6/2015).
Dadi menjelaskan, sistem pengolahan data secara digital dan online
ini telah diterapkan di kantor kelurahan, kecamatan, unit pelaksana
teknis daerah (UPTD) dan organisasi perangkat desa (OPD). Sistem
tersebut diharapkan bisa mendukung validasi data kepegawaian menjadi
lebih cepat dan efisien.
Pada bulan April, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan
(BKPP) Kota Tangerang juga telah menerapkan sistem serupa yang dinamai
Sistem Informasi Kepegawaian Daerah (SIKDA) dan Sistem Administrasi
Pelayanan Kepegawaian (SAPK). Sistem tersebut diklaim Dadi telah
berjalan lancar dan sangat membantu kegiatan yang ada di BKPP.
(Sumber : kompas.com)
Demikian berita tentang kenaikan pangkat PNS yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Senin, 09 Maret 2015
TAUFAN DWI SUSILO: RENCANA PROGRAM PENILAIAN
TAUFAN DWI SUSILO: RENCANA PROGRAM PENILAIAN: RENCANA PROGRAM PENILAIAN IPS SEMESTER GENAP TP 2014/2015 Nama Sekolah : SMP /MTs ………………………...
Jumat, 06 Maret 2015
begal
NASIONAL
TERKINI
- Disoal, Pelimpahan Kasus BG ke Kejaksaan Agung
- PNS Bali Wajib Pakai Kain Endek
- Ratusan Hektar Jagung di Sumbawa Barat Puso
- Kemenko Maritim Targetkan Tambah 10 Politeknik Perikanan
- Pengadilan Negeri Denda Enam Pasangan Mesum
TERPOPULER
- Foto Polisi Diduga Hitung Uang Hebohkan Netizen
- Media Australia: Jika Eksekusi Dilakukan, Indonesia Pecahkan Rekor
- Begal Ini Kebal Peluru, Dikasih Batang Kelor Menangis
- Abraham Samad Ucapkan Terima Kasih pada Penyidik Polda Sulselbar
- Warga Aceh akan Bongkar Bangunan Bantuan Australia
TERKOMENTARI
- Effendi Simbolon: Ini Saatnya Menjatuhkan Jokowi
- Surat Arifin Ilham untuk Presiden Jokowi Tercinta
- Effendi Simbolon Tuding Andi Widjajanto Pengkhianat
- Effendi Simbolon: Saya Kasihan Dengan Jokowi
- Sebut Rakyat tidak Jelas, Ini Pesan Presiden Jokowi untuk Menteri Tedjo
Orang Tua Berpengaruh Soal Remaja Jadi Begal
Kamis, 05 Maret 2015, 16:21 WIB
Komentar : 4
ap
Menurut dia, aksi kekerasan yang dilakukan oleh remaja merupakan disebabkan berbagai faktor. Salah satunya disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Dia mengatakan peran orang tua sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh hal negatif. Pengasuhan dan pendampingan dari orang tua, kata dia merupakan syarat mutlak. Jangan karena merasa anak sudah berusia 17 tahun atau lebih maka orang tua membebaskan pergaulan anak tanpa diawasi.
Dia menambahkan, orang tua harus menciptakan suasana yang harmonis di rumah agar tumbuh kembang anak semakin optimal. Pendidikan karakter, pendidikan agama, dan memberi contoh perilaku yang baik agar anak tumbuh dengan karakter yang baik dan tidak mudah terpengaruh hal negatif dari luar.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyatakan kecenderungan yang berkembang pada saat ini menunjukkan kondisi pelaku begal atau kejahatan lainnya semakin "meremaja" atau "memuda". "Dengan kata lain, profil pelaku semakin hari semakin banyak yang berusia muda, bahkan ada yang berusia 18 tahun," katanya.
Kamis, 05 Maret 2015
Rabu, 04 Maret 2015
Selasa, 03 Maret 2015
RPP HASIL PELATIHAN
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMP Negeri
Model Terpadu Bojonegoro
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IX / 2
Standar Kompetensi : 5. Memahami
hubungan manusia dengan bumi
Kompetensi Dasar : 5.1. Mengintepretasikan peta
tentang pola dan bentuk- bentuk
muka Bumi
Indikator : 1. Menganalisis bentuk-bentuk
muka bumi
2. Membuat diagram/penampang
melintang dari peta countur.
3. Mendiskripsikan
pola dan bentuk obyek geografis sesuai dengan
bentang alam
Alokasi Waktu : 4 x 40
menit ( 2 x Pertemuan)
A. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah selesai melakukan
kegiatan pembelajaran siswa dapat :
1. Menganalisis
bentuk-bentuk muka bumi
2.
Membuat diagram/penampang
melintang dari peta
countur.
3.
Mendiskripsikan pola obyek
geografis sesuai dengan bentang alam
4.
Mendiskripsikan bentuk
obyek geografis sesuai dengan bentang alam
B. MATERI PEMBELAJARAN :
1.Pola dan bentuk-bentuk muka bumi
2.Pembagian muka bumi atas daratan dan
dasar laut.
C. METODE PEMBELAJARAN :
Dengan pendekatan CTL
1.
Diskusi
2.
Tanya
jawab
3.
Unjuk
kerja
4.
Penugasan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
KEGIATAN
|
DESKRIPSI KEGIATAN
|
ALOKASI WAKTU
|
|
Pendahuluan
|
Pertemuan 1 ( 2
x 40 ‘ )
a.
Persiapan
psikis dan fisik, membuka pelajaran
dengan mengucapkan salam dan berdo’a bersama
b.
Guru
menanyakan siswa yang tidak mengikuti pelajaran hari ini
c.
Menginformasikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai
d.
Menyampaikan
secara singkat garis besar materi yang akan disajikan selama pembelajaran
e.
Memberi
motivasi siswa dengan menyanyikan lagu
Indonesia Tanah Air Beta, dilanjutkan dengan tanya
jawab tentang lagu tersebut dihubungkan dengan gunung
dan laut.
|
80’
10’
|
|
Inti
|
|
60’
|
|
|
a.
Orientasi
peserta didik pada permasalahan
b.
Membagi
siswa ke dalam 7 kelompok secara heterogen
c.
Pengamatan : Siswa mengamati tayangan
gambar bentuk-bentuk muka bumi.
d.
Menanya : diskusi kelompok
untuk memberikan kesempatan pada siswa saling mengajukan pertanyaan ( masalah
ditulis di kartu masalah) tentang peta konsep yang diamati ( guru berkeliling
memberikan bimbingan kelompok)
e.
Mengumpulkan informasi :
Menjawab pertanyaan yang ada di dalam kartu permasalahan dengan mencari
informasi dari buku sumber,internet.
f.
Mengasosiasikan : Mengolah
informasi yang didapat dan menuliskan hasil diskusi
g.
Mengembangkan
dan menyajikan hasil karya/mengkomunikasikan
: penyusunan data dari hasil kerja kelompok tentang bentuk
muka bumi dan penampangnya di
Indonesia
|
|
|
Penutup
|
a.
Membuat
kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan
b.
Menyampaikan tugas/informasi untuk kegiatan pembelajaran pertemuan
berikutnya
c.
Guru menutup pelajaran dengan do’a dan memberi salam
|
10’
|
F. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1.
Alat :
a. Lembar Kerja Siswa
b. Kertas milimeter
c. Penggaris
d. Rubrik
Penilaian
2. Sumber Belajar :
a. Buku IPS
Terpadu BSE kelas IX
b. Peta Indonesia
c. Peta Countur
G. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian
a. Tes tertulis
b. Tes Unjuk Kerja
2. Bentuk Instrumen
a. Tes uraian
b. Rubrik
Soal
Instrumen
|
Indikator
Materi
|
Soal
|
Aspek
|
||
|
|
|
|
||
|
Menganalisis
bentuk-bentuk muka bumi pada peta
|
Jelaskan empat warna untuk menggambarkan simbul dalam peta!
|
|
|
|
|
Membuat
diagram/penampang melintang bentuk muka bumi daratan dan dasar laut
|
Perhatikan peta pulau lombok!
Buatlah penampang melintang 6.45 pada peta pulau lombok!
|
|
|
|
|
Mendiskripsikan
pola dan bentuk obyek geografis sesuai denngan bentang alam
|
Jelaskan kegiatan ekonomi penduduk di daerah datarn tinggi
!
|
|
|
|
Pedoman penskoran
|
NO
|
Kunci
|
Skor
|
|
1
|
-hijau menggambarkan dataran
rendah
-Kuning menggambarkan dataran
tinggi
-coklat menggamabrkan
pegunungan
- biru menggambarkan laut
|
50
|
|
2
|
-Kegiatan
ekonomi : perkebunan dan hutan
-Rumah
dengan atap rendah
-Baju
tebal
|
50
|
RUBRIK PENILAIAN
|
No
|
Nama Siswa
|
Aspek Penilaian
|
Jumlah
|
Skor Maks
|
Nilai
|
||||||||
|
Ketepatan
|
Kerapian
|
waktu
|
|||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
KRITERIA
PENILAIAN
|
No
|
Aspek
|
Kriteria
|
Nilai
|
|
1
|
Ketepatan
|
Tidak tepat
|
1
|
|
|
|
Kurang tepat
|
2
|
|
|
|
Tepat
|
3
|
|
2
|
Kerapian
|
Tidak rapi
|
1
|
|
|
|
Kurang rapi
|
2
|
|
|
|
Rapi
|
3
|
|
3
|
Waktu
|
Tidak cepat
|
1
|
|
|
Sedang
|
2
|
|
|
|
|
Cepat
|
3
|
Nilai
=
x 100
|
Mengetahui
Kepala SMP Negeri Model Terpadu
Bojonegoro
Drs. AHMADI, M.Pd
NIP. 19640525 199203 1 009
|
Bojonegoro, 5 Januari 2015
Guru Mata Pelajaran
ZAINI, S.Pd.
NIP. 19711110 199703 110
|
Lampiran 1
POLA DAN BENTUK-BENTUK MUKA BUMI
Bentuk Muka
Bumi Pada Peta
Untuk mengetahui secara jelas mengenai bentuk-bentuk muka bumi dalam suatu
peta, maka simbol peta sangat diperlukan, simbol peta adalah gambar pengganti
kenampakan-kenampakan di permukaan bumi yang dipergunakan dalam suatu peta.
Contoh simbol yang dipergunakan untuk menggambarkan kenampakan-kenampakan di
permukaan bumi adalah :
-
Simbol garis
Biasanya untuk menggambarkan relief muka bumi
-
Simbol titik
Simbol ini biasanya untuk menggambarkan data statistik. Misalnya peta
penyebaran penduduk.
-
Simbol batang
Biasanya digunakan untuk menggambarkan hasil produksi suatu daerah.
Misalnya kerajinan perak, kerajinan rotan dan lain-lain.
Bentuk
muka bumi beserta gambarnya dalam diagram melingtang daratan dan dasar laut.
Relief
Daratan
1.
Dataran rendah (dataran yang tingginya 0-200 m di atas
permukaan laut)
dataran alluvieae, dataran delta, dataran banjir
2.
Dataran tinggi (dataran yang terletak diantara
gunung-gunung yang tingginya antara 200-300 m).
3.
Dataran pantai
4.
Gunung 9.
Rawa
5.
Pegunungan 10.
Peneplain
6.
Lembah
7.
Bukit
8.
Tanah depresi (daerah yang permukaannya lebih rendah dari
permukaan air laut)
Relief Dasar
Laut
1.
Shelf (dasar pantai yang melandai ke laut, dalamnya
antara 16-550 m)
2.
Palung laut/trog (lembah yang sangat dalam dan memanjang
di atas dasar laut serta memiliki lereng yang curam).
3.
Alur-alur laut
4.
Lubuk laut (dasar laut yang bentuknya bulat seperti
mangkok.
5.
Gunung laut (gunung yang kakinya di dasar laut dan
puncaknya di atas permukaan laut)
6.
Penggung laut (pegunungan di dasar laut yang punggungnya
muncul di permukaan laut)
7.
Ambang laut (dasar laut yang mencuat).
Relief Dasar Laut
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
1. shelf 5. ambang laut
2. lubuk laut 6. punggung
laut
3. gunung laut
4. palung laut
Pola dan Bentuk Obyek
Geografis sesuai dengan bentang alamnya
a.
Pola
dan bentuk obyek geografi di wilayah pedesaan.
Pedesaan menurut wibberley menunjukkan bagian yang
memperlihatkan penggunaan tanah yang luas. Tanah di pedesaan sebagian besar
digunakan untuk kegiatan ekonomi, seperti bertani, berkebun, beternak,
kehutanan dan lain-lain.
b.
Pola
obyek geografi di wilayah pedesaan
-
Pola pemukiman memusat
Yaitu rumahnya mengelompok menjadi satu, sedangkan di
sekitar perumahannya terdapat tanah pertanian, perkebunan, peternakan.
-
Pola pemukiman memanjang
Yaitu rumah perkampungannya memanjang kekanan kiri jalan
sepanjang sungai atau pantai.
-
Pola pemukiman terpencar
Yaitu rumahnya terpencar menyendiri.
KRITERIA
PENILAIAN
|
No
|
Aspek
|
Kriteria
|
Nilai
|
|
1
|
Keaktifan
|
Tidak aktif
|
1
|
|
|
|
Kurang aktif
|
2
|
|
|
|
Aktif
|
3
|
|
2
|
Kerja sama
|
Tidak bisa kerja sama
|
1
|
|
|
|
Kurang bisa kerja sama
|
2
|
|
|
|
Bisa kerja sama
|
3
|
|
3
|
Keberanian berpendapat
|
Tidak berani berpendapat
|
1
|
|
|
Kurang berani berpendapat
|
2
|
|
|
|
|
Berani berpendapat
|
3
|
Nilai =
x 100
|
Mengetahui
Kepala SMP Negeri Model Terpadu
Bojonegoro
Drs. AHMADI, M.Pd
NIP. 19640525 199203 1 009
|
Bojonegoro, 2015.
Guru Mata Pelajaran
ZAINI, S.Pd.
NIP. 19711110 199703 110
|
Langganan:
Postingan (Atom)











